Categories
Essay

WordCamp Asia 2020: “Resepsi” Komunitas WordPress se-Asia

WordCamp Asia 2020 akan diadakan pada tanggal 21-23 Februari 2020 di Bangkok, Thailand. Kegiatan ini mendapat perhatian khusus dari komunitas WordPress se-Asia, bahkan seluruh dunia, dan tak terkecuali Indonesia. Tercatat ada beberapa orang dari Indonesia yang menjadi bagian dari tim penyelengara (organizer). Mereka adalah Devin Maeztri (divisi komunikasi), Niels Lange (organisator speaker), dan Ivan Kristianto (organisator volunteer). Selain itu, ada pula Hafiz Rahman dan Agus Muhammad yang menjadi pembicara (speaker) mewakili Indonesia.

Antusiasme komunitas WordPress menyambut kegiatan ini sangat tinggi. Terbukti dari tiket yang disediakan sudah terjual habis. Bahkan menurut laporan yang saya terima, tiket diserbu ludes dalam waktu yang singkat — hanya beberapa hari saja. WordCamp memang selalu ditunggu-tunggu apa lagi ini adalah WordCamp flagship. Yang artinya kegiatan besar dan menjadi andalan komunitas open source WordPress global. Di Asia baru diadakan kali pertama pada tahun ini di bulan Februari mendatang. Sebelumnya pernah dilaksanakan WordCamp flagship di dua benua: Amerika dan Eropa.

WordCamp telah menjadi bagian dari dinamika kegiatan komunitas open source WordPress sejak kali pertama diselenggarakan pada tahun 2006 di San Fransisco, Amerika Serikat. Pada waktu itu kegiatan diinisiasi dan diselanggarakan langsung oleh founder WordPress: Matt Mullenweg. Sedangkan WordCamp yang kali pertama diadakan di Indonesia kurang lebih tiga tahun berikutnya, yaitu tahun 2009, diselenggarakan di Jakarta. Saya mengikuti WordCamp yang pernah diadakan di Indonesia sebanyak 2 kali, yaitu tahun 2013 di Yogyakarta dan 2016 di Denpasar. WordCamp lainnya yang saya lewatkan adalah WC Jakarta 2009, WC Depok 2010, WC Bandung 2011, WC Ubud 2017, WC Jakarta 2017, dan WC Jakarta 2019.

WordPress merupakan proyek open source yang dibangun dan dikelola bersama-sama oleh para relawan atau kontributor yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Mereka adalah individu yang tanpa dibayar; menyumbangkan waktu, pikiran dan tenaga secara suka rela membangun dan memelihara perangkat lunak CMS (Content Management System) yang dapat digunakan untuk membangun situs web dengan sistem pengelolaan yang mudah — tanpa harus mahir bahasa pemrograman web. Sebagian relawan ada juga yang disponsori oleh perusahaan IT (Information Technology). Masing-masing kontributor dapat berkontribusi dalam berbagai bidang — sesuai minat dan keahlian — mulai dari pemeliharaan kode inti (core), edukasi, layanan bantuan, peninjauan kode tema dan plugin, hingga penerjemahan. Informasi lebih rinci terkait hal ini, silakan kunjungi tautan berikut.

WordCamp mempertemukan para kontributor yang tersebar di berbagai tempat dengan pengguna secara langsung di dalam suatu kegiatan konferensi kasual. Di dalamnya terdapat aktifitas seminar yang membahas berbagai macam topik yang tidak jauh dari perkembangan WordPress dan apapun yang melingkupinya; seperti komunitas, bisnis, manajemen tim dan proyek, tren desain dan pemrograman, produktivitas kerja, karir, lokakarya, dll.

Topik-topik yang diangkat pada WordCamp Asia 2020 sangat banyak — total ada 49 topik (tidak termasuk keynote speech). Semua topik tersebut dapat dilihat di jadwal acara (rundown) yang diterbitkan di halaman resmi berikut. Menurut pandangan subyektif saya pribadi, semua topik bagus-bagus dan layak untuk disimak. Seperti melihat aneka macam menu makanan di atas meja prasmanan dalam resepsi, mulut selalu ingin melahap semuanya. Sedangkan kapasitas perut sangat terbatas; dan demi alasan kesehatan, menu yang diambil harus sesuai selera dan porsi. Sehingga ada beberapa topik yang menjadi fokus perhatian saya.

Dikarenakan ada suatu hal yang sangat urgent, saya harus melewatkan WordCamp Asia 2020 ini. Seandainya saya bisa hadir, berikut topik-topik (diurutkan secara acak) yang akan menjadi prioritas saya:

  • Career Detour: From the Medical Field to WordPress!
  • Leading as an Introvert
  • 8 lessons I have learnt through my mental illness (and how my life has improved with WordPress)
  • Progressive Themes in the Age of Gutenberg
  • WordPress Beyond Borders: Cross cultural communication and the fundamentals of caring
  • WordCamp Survival Strategies for Introverts
  • Mental Illness – Fighting The Invisible Monster Within
  • Fastest way of creating Gutenberg blocks with minimal JavaScript knowledge
  • Building for the Block Editor (Gutenberg)
  • Teaching Kids How to Use WordPress in School
  • Why Human Centric Design is Important for WordPress & the Community
  • Becoming a Better Open Source Citizen (Despite Human Nature)
  • Building a WordPress community
  • Keynote by Matt Mullenweg

Semoga semua rangkaian acara WordCamp Asia 2020 berjalan sukses dan memberi dampak positif bagi perkembangan WordPress dalam skala global (pada umumnya) dan Indonesia (pada khususnya).

Semoga WordCamp Asia ‘jilid 2’ diselenggarakan lagi  di tahun-tahun mendatang. Mudah-mudahan saya bisa menghadirinya.

Tegal, 17 Januari 2020

2 replies on “WordCamp Asia 2020: “Resepsi” Komunitas WordPress se-Asia”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *