Categories
Essay

Kontribusi ke WordPress Tanpa Terpaksa

“Jer basuki mowo beyo” begitulah bunyi peribahasa Jawa yang artinya setiap pencapaian membutuhkan pengorbanan dan biaya. Biaya di sini tidak hanya berarti uang, bisa juga pikiran, tenaga dan waktu. Empat hal ini menjadi syarat dasar yang diperlukan jika Anda berkontribusi ke proyek open source seperti WordPress.

Proyek open source seperti WordPress memerlukan keterlibatan penggunanya yang mau secara sukarela ikut serta membangun dan mengelolanya supaya WordPress selalu menjadi solusi terbaik untuk berbagai keperluan situs web. Kontributor WordPress berasal dari berbagai belahan dunia yang jumlahnya tidak sedikit. Mereka bekerja dengan sistem WFH (Work from Home). Semua aktifitas kontribusi dilakukan dari rumah masing-masing kontributor. Mereka berasal dari kalangan individu (baik pehobi, pembelajar atau profesional), organisasi, atau perusahaan. Apakah mereka dibayar? Jawabannya adalah tidak.

Ya, mereka benar-benar tidak dibayar. Kalaupun ada yang dibayar, biasanya bayaran berasal dari perusahaan tempat dia bekerja sebagai ganti jam kerja yang dihabiskan untuk berkontribusi. Tidak dari WordPress foundation. Ini merupakan bentuk kontribusi organisasi atau perusahaan yang peduli dengan perkembangan WordPress. Perusahaan semacam ini biasanya bergerak di bidang yang tidak jauh dari lingkaran WordPress, seperti hosting dan website development, atau perusahaan IT lainnya.  

Tampak jelas bahwa diperlukan ongkos untuk berkontribusi ke proyek WordPress. Beberapa tahun yang lalu saya berkontribusi ke WordPress dalam bentuk menyediakan tema gratis yang bisa didownload dari tautan berikut. Seorang teman sekantor saya dulu bertanya kepada saya: “Membuat tema kayak gitu dapat duitnya dari mana?”. Waktu itu saya masih single dan masih seusia mahasiswa semester 5. Sedangkan teman saya sudah beristri dan anak berusia dibawah 3 bulan. Boleh dibilang waktu itu saya belum begitu memikirkan keuntungan ekonomi dari tema WordPress yang saya buat. Saya membuat tema tersebut untuk belajar bahasa pemrograman CSS, PHP dan jQuery.

Investasi yang saya keluarkan untuk membuat sebuah tema gratis antara lain membeli laptop dan paket data. Di luar itu saya juga menghabiskan waktu, pikiran dan tenaga. Waktu yang seharusnya bisa saya pakai untuk keperluan lain misalnya kongkow bareng teman-teman atau kumpul bersama keluarga, malah saya pakai untuk kegiatan yang tidak menghasilkan uang. Pikiran yang seharusnya saya pakai untuk diskusi dan mengerjakan tugas-tugas kuliah, malah saya pakai untuk merangkai kode pemrograman web yang waktu itu tidaklah mudah bagi saya. Tenaga yang seharusnya saya gunakan untuk olahraga atau membantu pekerjaan orang tua, malah saya pakai untuk duduk-duduk saja di depan laptop sambil mengetik kode-kode PHP, CSS dan jQuery untuk membuat tema WordPress.

Ini baru contoh kecil biaya yang saya habiskan untuk berkontribusi ke WordPress. Apa yang saya kontribusikan ke WordPress hingga saat ini belum banyak. Tentu ongkos yang saya keluarkan masih kecil dibanding kontributor-kontributor tetap yang berdedikasi penuh untuk mengembangkan proyek open source WordPress.

Jika Anda ingin memulai berkontribusi ke WordPress, mungkin Anda akan mempertimbangkan tentang ongkos yang akan Anda keluarkan. Jika sedikit bergeser ke persoalan ekonomi, apakah ongkos yang dikeluarkan ini akan mendatangkan transaksi di kemudian hari? Dari mana keuntungan materi dari aktivitas berkontribusi ke WordPress didapatkan?

Pilihan cepat untuk mendapatkan keuntungan ekonomi dari WordPress misalnya dengan membuat jasa pembuatan tema WordPress, instalasi tema/plugin, atau membuat tema premium di marketplace atau dijual di situs web sendiri. Sedangkan opsi lain yang bisa ditempuh adalah melalui jalur pembelajaran dalam upaya berkontribusi ke proyek WordPress secara langsung.

Opsi kedua ini belum tentu mudah dilakukan semua orang. Karena dalam kurun waktu tertentu tidak akan ada bayaran yang diperoleh. Hanya mereka yang memiliki tekad dan dedikasi yang akan bertahan. Bayaran awal tidak berupa uang, namun yang diperoleh adalah connection dan recognition. Jika beruntung, connection dan recognition ini bisa menjadi modal awal untuk mengundang datangnya keuntungan ekonomi di kemudian hari. Meskipun begitu, jangan pernah jadikan hal ini sebagai target primer yang justru membebani. Ada yang bilang “apapun yang kita berikan, pada akhirnya akan kembali ke diri kita”. Hukum take and give ini akan benar-benar terjadi jika didasari dengan rasa percaya dan ikhlas. Jangan memaksakan diri berkontribusi ke WordPress jika merasa terbebani. Lakukanlah sesuai kadar kemampuan supaya keuangan dan mental tetap sehat. 

Menurut laporan hasil survei dari organisasi nirlaba WP&UP, kesehatan mental para kontributor-kontributor WordPress merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian. Hal ini mungkin disebabkan oleh kelemahan dari sistem WFH (Work from Home) yang kadang kala menjadikan jenuh dan stres.

64% of respondents stated they felt “mental health” was an area in which they wanted additional support.

WP&UP survey

Supaya terhindar dari jenuh dan stres yang dapat mempengaruhi kesehatan mental, maka berkontribusilah jika benar-benar Anda suka dan merasa tidak terbebani melakukannya. Pertimbangkan juga aspek keseimbangan hidup Anda. Berkumpul dengan keluarga dan teman, melakukan hobi dan olahraga dapat menjadi bagian dari upaya menjaga mental Anda tetap sehat.

Tegal, 30 Januari 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *